Belajar Moral dari Agama Lain

Belajar Moral dari Agama Lain


Waduh ini kalo para wahabi yang baca post gue udah pasti di kafir-kafirini gua laughing tapi please ya, open mind dikit lah, "karena semua agama itu baik tapi Agama yang di ridhoi Allah cuma agama islam"
ini quote dari ustadz gw waktu di pondok dulu ustadz haris namanya,
beliau gak pernah yang namanya jelek-jelekin agama orang, menghalalkan
darah agama non muslim cem kaum wahabi.





So, gak ada salahnya kita mengikuti pelajaran akhlaq dari agama lain, kali ini gue nulis tentang salah satu ajaran kebajikan budha, berikut kutipannya, entah gue kurang ngerti apakah ini doa atau bukan.





Budha pusat segalanya menjalankannya untuk mencapai nirwana segalanya adalah kosong menjalani berbagai siksaan buang segala keinginan berisi tiada bedanya dengan kosong.
Kosong adalah berisi berisi adalah kosong, segala sesuatu bagai lingkaran yang terus berputar, buang semua
keinginan segalanya adalah kosong, tiada hidup maka tiada mati, tiada kotor maka tiada bersih, tiada bertambah maka tiada berkurang, sejak dulu kosong adalah tiada berisi tiada pikiran tindakan pengetahuan tiada mata telinga hidung lidah keinginan raga, tiada warna bunyi bau rasa sentuhan keinginan.




Dari kecil gue tau ajaran budha melalui nenek dari garis keturunan ayah angkat di banyuwangi, sebab dari keluarga beliau ajaran hindu-budha warisan dari jaman majapahit turun temurun di keluarga besar ayah angkat banyuwangi (Tapi putus ke ayah angkat beliau menjadi mualaf).
Sejak jaman itu pula manusia jawa telah memiliki adab dan kebijaksanaan dalam memanusiakan manusia, gak percaya? ada pepatah jawa misal Ajining Diri Soko Lathi, Ajining Rogo Soko Busono  yang artinya Harga diri seseorang di tentukan oleh lidah / ucapan Dan Penampilan Seseorang di Tentukan oleh Cara Berpakaiannya.

See, ini peradaban dalam ajaran hindu-budha jawa, adapun yang gue suka Iso Rumongso Ning Ojo Rumongso Iso yang artinya Bisa Merasakan (Kekurangan Diri) Tapi Jangan Merasa Bisa.

Oke lanjut, gue makin terpesona quote Apa yang kau tabur, itu yang kau tuai, jika hari ini kau menghukum, maka tidak mungkin di kemudian hari mereka semakin membabi buta, kenapa tidak memaafkan saja, hasrat adalah pusat penderitaan. 

Nah ingat lagi quote di atas tentang kosong adalah berisi, butuh kebijaksanaan tinggi untuk memahami itu, sama halnya kita umat Islam yang sedang memahami tafsir, sulit, tapi jika mampu memahaminya, kita bisa mendapat ketenangan jiwa, setenang-tenangnya, contoh gue kutip surat ar'rad “Alaa inna auliya allah laa khoufun alaihim walaa hum yahzanun”  Yang artinya Ketahuilah sesungguhnya wali2 allah itu tak akan pernah takut dan takkan pernah sedih.



Nggak beda jauh dengan kosong adalah berisi, di ayat itu ngapain sih takut dan sedih karena di dunia ini hanya hampa dan berisi yang sesungguhnya nanti ketika di akhirat, nih ya gue cuma menyamakan ajaran baiknya bukan CLAIM bahwa si ini aslinya islam si itu aslinya islam, item ini karya islam di bajak sama orang kafir, aduh please jangan bikin malu, kita harus berbangga dengan yang kita (umat islam) punya, Boleh kagum dari produk agama lain tapi jangan claim apalagi membenci.

So, jadilah umat beragama yang bijaksana dan cerdas.
See u

In order to comment, please sign in

Comments


Loading


Right menu
Tag Cloud