Cara Berjualan Di Pameran Agar Closing

Cara Berjualan Di Pameran Agar Closing


Berapa hari ini,kantor sempet ngadain pameran di Surabaya
sejak tanggal 3-6 November 2016 lalu di sebuah gelaran eksibisi bertemakan Building
jadi sesuatu yang bersifat bangunan dan rekanannya
mulai dari alat-bahan bangunan,perabotan,pelengkap sampai penunjang
keamanan dari bangunan itu sendiri,yang membuat bos gue pak doni berminat menghadiri acara itu
karena gue ada di bagian IT dan membantu kepengurusan penjualan
akhirnya di terjunkan lah gue di acara tersebut.



Gue heri dan habibi adalah tim nya,sedang pak doni dan adek nya ko riki hadir juga di sana
sesampai di surabaya kami menuju booth,untuk melakukan set-up
sekalian gue belajar instalasi Smart Home meskipun bukan di penempatan aslinya.

Setelah semua selesai (gila sampai malam coyyyy) kami otw ke Hotel
lalu makan malam,lalu berbincang-bincang
dan sedikit briefing mengenai target dan strategi penjualan di pameran besok oleh pak doni
termasuk komisi yang akan di dapat (katanya sih gitu...)

Paginya, kita ber 3 dandan rapih ganteng bawa brosur berdiri di booth pameran
speak up speak up,mulai dari orang surabaya sampai luar surabaya bahkan orang dari mancanegara
kami diskusi,kami berbagi kisah penggunaan product,sampai mempelajari karakter calon pembeli
Mendengar,tahap ini yang paling gue sukai sebagai penjual dimana di saat-saat seperti ini
gue pelajari mata seseorang ketika bicara,karena apa yang di ucap mata lebih terang dari perkataan
ada kalanya calon-calon customer ini bohong adakalanya juga dia berkata apa adanya.

Tapi di antara banyaknya gue jumpa dengan orang di pameran ini
1 hal besar yang gue kenali dari masyarakat di lingkungan gue sendiri
maksudnya orang-orang kaya di Surabaya Jawa Timuran dan sekitarnya
tuh pelit-pelit,gayanya selangit,kalau kritik produk nyelekit :))
hahahaha,jangan tersinggung,ini asli,kalau di banding orang kaya di jabodetabek kalau mau beli barang

Oke gue jelasin,kenapa di atas gue sebut 'orang kaya di Jawa Timuran'
di jawa timur,biaya hidup itu relatif murah,termasuk pangan dan papan
kalau sandang masih agak mahal,gak semurah di sini (Jabodetabek)
jadi dengan living cost yang relatif murah,orang sono agak males
ngeluarin sesuatu yang di luar ekspektasinya
gue nggak ngerti mereka ngeliat produk canggih seperti yang di jual peusahaan tempat gue kerja ini
standarnya seperti apa? ataukah memang bagi mereka perangkat keamanan ini kurang menarik?
mengingat tingkat kriminalitas Jawa Timur gak se-hardcore Jabodetabek ?

Jadi,bagi gue 'pelit' nya orang kaya sana masih agak reasonable lah ya
meskipun rerata orang kaya di sini jadiin perangkat-perangkat yang gue jual ini sebagai prestige    
nah,balik lagi ke tema,untuk nyales di pameran,ini bukan pertama kali bagi gue
justru di sinilah kesempatan bagaimana memenangkan penjualan di area yang milik gue
nggak seperti masa-masa gue nyales di WDS yang door to door
ini gue tinggal bawa orang yg lewat,seret ke display unit,lalu berbicaralah gue sesuka hati.



Imbangi Gaya Bicara Orang Lain

Ini yang jadi ilmu baru gue,orang mau ngoceh apa gue liatin dulu aja
kalau dia mbandingin bahwa product kita terlalu mahal,kualitas kurang atau apapun itu
gue cukup jadi pendengar,setelah dia puas,gue biarin
gue cukup minta kartu nama aja,mayan buat collect data

Kalau dia nanya-nanya,jawab aja sambil mengutarakan yang jawabannya adalah pertanyaan juga
misal

"ini bagus mana sama product X?"
"product X yang serie ini? yang udah mulai jarang di pake itu?"

Nah memunculkan pertanyaan baru,sehingga membuat dia berpikir untuk mulai diskusi dengan kita
atau,akan semakin ngikutin kita yang agak-agak sok tau
sales,memang harus sok tau,tapi sales harus lebih pandai dalam menyampaikan educate product dari pada
orang yang lebih berkompeten,misal si Teknisi dalam hal kasus gue
karena sales,ada sisi sambil berjualan.


Jangan terlalu mengunggulkan produk kita apalagi menjelek-jelekkan produk lain

Ini udah baku dimanapun berada,kalau kita menjelekkan produk lain
di tambah terlalu meninggikan produk kita,customer yang juga punya
mental berniaga,akan males dengan ucapan kita,pasti wuzz ninggalin booth kita


Jadi diri sendiri

Kalau lu nyales nya berkelompok,artinya di situ ada 'sedikit' persaingan
bos lu mah enak,tinggal nyuruh bersaing dan siap-siap ngasih bonus nantinya
kalau ternyata saingan lu yang pinter ngoceh dan nyerocos,lu mesti nerapin ini

Oke,gue asumsikan kita berada di sebuah situasi dimana depan booth pameran kita
lagi di lewatin banyak pengungjung,inget,motivasi orang ke pameran,biasanya "cari-cari"
mereka kurang ada tujuan jelas,bisa jadi jalannya macet,karena crowd
bisa jadi,dia lagi terpesona sama booth depan lu yang sales jempolan sambil ngoceh cas cis cus
terobsesi dagangan langsung closing,sambil peragakan barang dagangannya
nah ini,yang lagi bengong gini lu seret,lu kasih brosur,sambil tangan lu nunjuk ke alat peraga lu
ajak dia berdiri di depan alat peraga lu,presentasi lah dia dengan pelan-pelan
sambil dialog dan harus ada interaksi,yang jelas lu jangan gugup,jangan sampai keliatan berenti ngomong sejenak sambil mikir

Kalau perlu,lu agak sok tau,jadilah konsultan dadakan di sana
tunjukan kalau dia lagi nggak dengan orang yang salah
minimal kalau dagangan lu gak closing,orang yang tertarik dengan kepribadian lu yang apa adanya
seorang sales yang jadi dirinya sendiri,dia akan percaya,kalau dia sendirian
dia akan minta kartu nama lu dan mau jadi reseller barang-barang lu
kalau dia sama temennya,minimal temennya akan di ajak ke booth lu.

Yaah, minimal inilah pengalaman yang bisa gue share,karena ini cerita gue kemarin di pameran
ini juga jadi tips-trik yang gue bagikan untuk berdagang di group marketing
Thank you


Right menu
Tag Cloud