Ekspedisi, Pendakian Ke Lawu via Cetho

Ekspedisi, Pendakian Ke Lawu via Cetho


Ide ini sudah terbersit sejak gue punya planning ke citorek
segala perlengkapan pendakian gue penuhi dengan sebaik-baiknya
perlengkapan ya, Alat dan P3K, tapi di sini begonya gue logistik malah kekurangan
dan ada yang ketinggalan pula.

Perjalanan gue di tanggal 18 April 2019,tepatnya hari kami siang
setelah jam istirahat kantor gue cabut,pulang siap-siap,pesen ojol
dan sampai di agent penjemputan bis tujuan Karangpandan
Sempet nunggu beberapa menit,singkat cerita bis dateng,jalan,mampir kalideres
lalu berangkat melalui tol dalam kota.

Di cikampek mulai hujan dan kami seluruh awak bus dan penumpang
berhenti untuk istirahat makan malam,tentunya free include bayar tiket bus tadi
gue sempet hubungi temen yang di salah 1 grup wa
bahwa mereka di jam gue mau berangkat lagi dengan bis
baru aja keluar dari lebak bulus dengan kemacetan yang parah.


Gue sampai di terminal karang pandan pada pukul 02:13
bersamaan kenalnya dengan 2 pendaki asal bogor yang gue sapa di dlm bus
dan berniat untuk naik bersama,sedang mereka akan naik rame-rame bareng teman lainnya
sempet tiduran yang di jam 03:30 mulai jalan menuju pasar kemuning
dengan ongkos bis angkutan desa sebesar 9ribu
sesampai di kemuning ternyata di luar ekspektasi
yang gue kira pasar tersebut sudah ramai dan minimal ada minimarketnya
ternyata hanya 1 warung makan yang baru saja buka
setelah minum jahe, sarapan dan mbungkus makan untuk di atas nanti
lalu beli cemilan yang ngepas banget,beli air mineral,karena niatnya nanti beli lagi di basecamp

foto pasar kemuning jam 06:02


foto tempat gue makan di area pasar kemuning


foto candi cetho


foto basecamp

Sesampai di sana muter-muter bentar, dapet mi dan gas kaleng
setelah itu ninggal rombongan tadi yang menurut gue masih lama
ngisi simaksi,ninggal KTP dan sempet terkejut karena gue solo pendaki
perjalanan awal semangat, dengan mampir di candi kethek untuk selfi-selfi

terus naik,belum apa-apa udah ngos-ngosan kehabisan nafas
kaki sih kuat, tapi buat capai pos 1 aja udah nyesek dada ini hahaha




banyak ketemu rombongan pendaki lain yang kenalan,naik bareng
atau sekedar berbagi cemilan
cuma ada beberapa yang nungguin gue asli seperti 3 remaja dari surabaya
kami sempat berhenti dan makan bersama di sumber mata air yaitu sebelum pos 3
setelah makan,cuci tupperwar dan reload air di sumber,jalan lagi lah kami ber 4
selepas pos 3 gw udh keteter,karbo naik,kekurangan kalori
sehingga ngantuuukk banget,gw terpaksa minta makanan manis dari pendaki lain
sesaat ngenyap yang manis2 gue ngerasa punya power lagi
jalan teruslah gue,sampe akhirnya ketemu 2 orang pendaki
yang ternyata mereka antara ponakan dan om,serius gue kira laki bini hahaha

mendekati savana itu gue sempet berhenti kenalan dan di kasih coklat
oleh seseorang yang baru ku kenal namanya roni dan si mbak tadi adalah mustika
kita mulai nanjak bareng,sampai di savana maghrib, kami berhenti sejenak
mulai pakai kaos kaki sarung tangan dan nyalakan senter dari tracking pole gue
jalan sejenak diantara camp orang,lalu buat tenda di bantu 2 orang tadi
sempet seneng ngumpul nyemil dan minum jahe,lalu ada 1 orang temennya
yang ikut join kita,sedang 1 om roni tadi jalan ke arah puncak nyariin rombongannya
kami ber 3 di tenda dan tiduran,lalu roni kembali gue di tinggal, hahahaha

foto dengan pendaki lain di tenda gue

pemandangan lawu malam hari yang indah dengan bulan purnama
pemandangan tengah malam lawu di bulak peperangan yang indah dengan bulan purnama

Ke Puncak Sejenak lalu Menuju Pulang

Nyoba tidur masih susah, akhirnya gue masak mi,ganti baju pakai minyak kayu putih
minum tolak angin, minum obat fatigon spirit,lalu tidur pules ampe jam 2 karena dingin
maksa lagi tidur bangun jam 4 keliyengan setengah mati
lalu pipis,terus jalan ke puncak,cuma sampai hargo dalem (mbok yem)
lalu turun dan ketemu burung jalak yang legend itu,di anter sampai balik ke tenda
sesampai di tenda,masak mi,terpaksa minta air ke pendaki lain selain untuk masak
untuk bekal turun sampai mata air di pos 3.



perjalanan turun lebih mudah dari pada naik,meskipun hampir semua otot kaki akan terpakai
bisanya akan lebih berasa sakit malemnya atau besok malemnya
mindset gue gimana caranya maksimal jam 2 siang gue harus sampai di terminal tirtonadi solo
dengan segala daya dan upaya termasuk kasih spirit para pendaki
yang hampir patah arang seperti gue kemarin siang,gue gk terlalu banyak berhenti
termasuk pas di pos 1,bablas gass teroosss.


istirahat sejenak

Sesaat di rumah yg lagi di bangun tengah ladang itu,hujan turun,makin lama makin deras
gue terpaksa dan bablas,meskipun udah kedinginan,singkat cerita gue sampai basecamp
ambil KTP, repacking dan ketemu calon pendaki yang asli makassar tapi berangkat dari surabaya
setelah pamitan dan kasih spirit buat calon pendaki yang makin banyak seiring
redanya hujan, gue buang sampah dan harus galau sejenak
karena nggak ada ojeg atau tumpangan ke pasar kemuning.

Tapi nggak nunggu lama sih,ada 2 orang bawa 2 motor ninja yang turun
hingga akhirnya gue dapet tumpangan,Alhamdullilah sempet di anterin
di pertigaan menuju karangpandan,dan dari sana gue dapet ojeg yang murmer
ke tirtonadi cuma 60rb, karena kasihan gue minta kembalian 30rb dari bayar awal 100rb


Di tirtonadi gak sempet ganti baju gak sempet pula mandi
setelah ke ATM,beli tiket dan makan,gak lama kemudian dapet bus
meskipun di kemplang calo 190rb dan gitu calonya masih ngoper ke calo lainnya
untung aja calo keduanya baik,gue di cariin bus yang pemberhentian terakhirnya di ciledug
sepanjang perjalanan sempet kecewa tapi berusaha bersukur
karena bus segitu seharusnya sekalian dapet jatah makan dan bangku nyaman
tapi malah nggak,sedang bersyukurnya adalah masih kebagian jatah bus
padahal gue tau betul,di hari itu hampir nggak ada bus yang ke jakarta karena semua SOLD OUT!!

Alhamdullilah di minggu pagi 20 April 2019 gue udah sampai di ciledug dengan selamat.



NB :
kalau mau ke lawu dan sudah tau akan datang subuh tanpa kendaraan carter/penjemputan
sebaiknya persiapkan semua logistik sejak dari rumah atau mampir dulu di jalan
sebab bisa saja seperti yang gue alami di pasar kemuning minim dagang logistik
tapi di basecamp ada jual gas.

Ongkos dari karang pandang ke pasar kemuning 9ribu naik ojek dari pasar kemuning
ke candi cetho (basecamp pendakian lawu) 25ribu.

Simaksi seharga 15ribu,tanpa harus medical check dan briefeng oleh ranger seperti di semeru

FYI di lawu hanya ada 1 sumber mata air,sebelum pos 3
biasanya ada delta juga di gupakan menjangan,tapi kalo musim kemarau airnya nggak ada
dan kalau musim hujan terus-terusan airnya keruh

biasanya dari basecamp ada gory, anjing lucu yang setia dan mau menemani pendaki
bahkan sampai pos 5,kalo pengen di temenin anjing (karena gak gory doang,ada anjing coklat lainnya)
sediakan makanan dan tempat minum buat teman pendakian itu.

Nggak jarang setiap pendaki akan ketemu burung jalak lawu atau jalak gading
jangan di ganggu,konon itu representasi dari abdi setia prabu brawijaya 5

ada mitos yang melarang sesuatu atribut berwarna hijau
(baju,jaket,tas bahkan tenda warna hijau)
konon akan di ganggu makhluk halus penunggunya
tapi Alhamdullilah tenda gue layernya warna hijau dan jingga
mungkin karena malam itu ramai hingga akhirnya gue nggak di ganggu.

Hati-hati ketika melintas di pasar dieng (pasar setan) please jangan meleng atau pikiran kosong
apalagi sampe gak sengaja merusak sesuatu,serius hawa negatifnya kuat banget

Ada warung tertinggi di pulau jawa,yaitu warung mbok yem
kalo kehabisan logistik jangan khawatir,bisa beli di sini

kalau mau melintas (naik via pos candi cetho,turun cemoro sewu/kandang)
nggak perlu ninggal KTP cuma foto kopi ktp dan taken pict melalui hp bahwa
anda sudah mengisi simaksi/registrasi di pos pendakian.

persiapkan segalanya: fisik,mental,bekal,logistik,peralatan
puncak bukan tujuan utama,pulang selamat adalah tujuan utamanya

pemandangan sekitar 14:34 setelah pos 4 menuju pos 5

foto peta pendakian lawu via cetho

In order to comment, please sign in

Comments


Loading


Right menu
Tag Cloud