Kamu programmer,designer,content ...

Kamu programmer,designer,content writer? bahkan sales atau marketing?Dapat Side Job? Pahami dulu ini!!


Pada masa kini, mendapat sampingan pekerjaan adalah sebuah berkah,peluang mendapat rejeki tambahan
tapi,jangan serta-merta peluang di karenakan biasanya jarang ada pemasukan tambahan
jadi bernafus,tetap harus waspada dan punya kontrol diri,self management lah
jangan sampai merusak hubungan semua,dengan klien dan dengan mitra


Ok,biasanya ini terjadi karena :

1. Project Lemparan

Seorang sales,umumnya seorang sales atau programmer yang punya jiwa sales dengan relasi yang cukup luas
dengan fully task dan atau kurangnya skill namun hanya melihat sisi keuntungan
akhirnya sales,ingat ya sales ini hanya melihat opportuny tanpa melihat risk,apa aja risknya?
banyak,mulai dari hubungan dengan yang di 'oper' projectnya
karena yang jiwa sales begini hanya benar-benar melihat keuntungan,tidak ada mentalitas penengah.

2. Butuh Duit

Hari gini siapa sih yang nggak butuh duit,tapi bukan berarti tanpa pengetahuan juga
jangan niru-niru mereka trader palugada besar yang ambil proyek apa aja dan menjual apa aja
mereka punya modal,sementara kalian? hanya sales yang tidak punya persediaan dana
which is,dana ini bisa 'menambal' kekecewaaan seseorang,ini penting!
menambal yang bagaimana? pertama anda harus ingat kata pepatah

"Jika suatu urusan di serahkan yang bukan ahlinya,maka kegagalan besar sudah menyertainya"

anda hanya sales yang pasti akan menimbulkan kekecewaaan dan kegagalan
anda tidak benar-benar memahami mitra anda apakah dia benar seorang berkompeten atau tidak?
anda tidak benar-benar memahami apa yang di inginkan client anda lalu bagaimana anda menyampaikan pada mitra anda
karena itu tadi,anda hanya melihat uangnya saja.

Balik lagi ke 'menambal' kekecewaaan,ini sudah harus di persiapkan
karena bisnis barang jasa yang bersifat proyek tidak seperti jual-beli instan
pasti ada ketidak cocokkan,nah di sinilah peran penengan memberikan edukasi pada client
kalau masih tidak bisa,anda harus memberikan negosiasi win-win solution
bisa berupa 'penambal' kekesalan tadi let's say garansi kekecewaan.

3. Peluang

Sayangnya peluang yang di lepaskan begitu saja,membuat jiwa sales seseorang hidup
lalu dengan terpaksa-dengan skenario-asal jangan lepas-dia mencari orang-siapapun
bahkan kenalan dari temannya teman punya sepupu,punya ipar,punya tetangga,mantan istri,kenalannya-iparnya lagi
hingga melalui banyak tahap,lalu melalui banyak telinga harus ada uang dengar
dan menjadi harga tambah mahal,namun karena histeria ini,mereka umumnya menjadi lupa diri
sampai-sampai mereka sadar,bahwa mereka kurang kompeten,umumnya project menjadi mahal dan tidak selesai sesuai keingan client.

Lalu apa yang harus di lakukan?

As a Worker

1. Pelajari profil Makelar

Loh,tadi di atas di sebut sales,kok sekarang makelar?
iya,mereka ini adalah makelar proyek yang sebenarnya,yang hanya mendapat peluang dari relasinya
ada macem-macem juga tipenya.

Kelas atas,biasanya relasinya orang parpol,dandan parlente
punya PT/CV sebagai General Contractor/trading/supplier,tipikal sekali bukan.

Kelas menengah,biasanya level supervisor gak jarang juga level manajer di perusahaan
mereka ini yang tipenya terima beres,cuma nyampe-nyampein doang khas makelar
gak mau ikutan mikir,apa sih yang di inginkan client,tapi paling pinter nego harga murah ke kita (worker)
dan nego mahal ke owner project)

Kalau kelas agak kebawah,sales yang biasanya nangkring di warung kopi pinggir jalan
karena yang kita bahas ini project digital ya,jadi biasanya sales perusahaan ISP
Sales perusahaan IT,dan gak jarang sales otomotif,karena mereka ini dekat dengan semua kalangan.

Mereka tipe pebisnis kacangan,mencari keuntungan sebesar-besarnya,ogah modal sepeserpun
bahkan saat tahap meeting pertama dengan si client,mereka hanya mau bayar kopi
gak mikir ongkos kalian,nggak mikir operasional kalian,bahkan nggak akan mau kasih kalian DP

Pelajari karakter intinya aja,pinter ngomong? udah pasti,itu harus,karena kalau nggak,dia nggak bisa jadi penengah
tapi apakah dia bisa melihat dari 2 sisi? ajak bicara soal bahasan apapun,kalau dia selalu melihat dari 1 sisi
sebaiknya jangan ada kerja sama dengan orang ini,karena mereka bisa saja plin plan



2. Doyan Duit

Seperti point kedua diatas yang harus kita pelajari as a worker
sama seperti,kalau ini motivasi dia untuk oper project ke kita
kita sebagai pekerja yang akan menerima operannya
harus sadar,bahwa dia akan sangat memohon pada kita di awal
namun,95% menurut pengalaman saya,yang seperti ini akan menindas nantinya pada saat-saat menjelang finishing
motivasinya itu tadi,karena butuh duit.

Ya kale siapa sih yang gak doyan duit,tuyul aja doyan,kata babe sabeni (babenya si doel)
makelar macam ini tak ubahnya sama penghutang yang melas saat butuh
tapi galak saat di tagih,awas!

3. Jenis Project


1. Apakah project ini bersifat Reform?

2. Scratch?

3. atau Restoration?



Gue nggak akan bahas panjang lebar mengenai 3 jenis project itu di sini
nanti akan gue buatkan sendiri di tema lain dan di lain hari
untuk kasus ini gue hanya akan menyarankan untuk mengambil project yang nomer 2
baik itu kalian single worker,atau team
baik itu kalian freelancer atau as a pilot project sebuah company
even itu hanya side job perorangan kalian.

Of course mau itu nilai besar maupun kecil,jangan ambil yang nomer 1 atau nomer 3
yang nomer 1 itu biasanya project yang udah ada,lalu di kembangkan,dengan atau tanpa source code dari pembuat terdahulu
yang nomer 3 itu biasanya project yang di kerjakan orang terdahulu yang asalnya juga dari makelar
tapi nggak selesai,kentang hanya 70% jadi.

Si owner project ini males2an nyediain budgetnya,bahkan mbayarnya juga males-malesan
tapi nge push orang sales/makelar kalian bisa sangat kejam,yang ini rawan makan ati
di bayarnya di undur-undur,hubungan sama si makelar yang tadinya teman bisa rawan rusak
meskipun kalian butuh duit,mending jangan.


4. Nilai Project dan Terms Pembayaran

Nilai projectnya berapa? ini jelas penting,jangan sampai kalian pulang kerja
terus di rumah kerja lagi,waktu yang harusnya bisa di pakai belajar,olahraga,istirahat atau waktu bareng keluarga
malah tergadai demi hal yang tak seberapa.

Ingat, pekerja bidang jasa itu tak beda jauh dengan pedagang,harus pandai-pandai menukar waktu menjadi uang
Nilai project 12 juta untuk jangka pekerjaan 4 bulan dengan terms pembayaran tanpa DP
atau DP di bawah 20% adalah kerugian,karena di situ kalian akan di push,sampai pada finishing
dan pelajari juga apakah akan di bayar pada tepat di bulan ke 4?
ataukah baru cuma nagih di bulan ke 4 aja?
nagih di bulan ke 4 dan baru di bayarnya di bulan ke 5,itu udah rugi.


And what you have to do as a Sales/Makelar/Marketing?

Ok bagi para makelar proyek yang dari tadi udah gontok baca artikel ini
tetep gue kasih solusi
atau,sebagai worker yang udah kepalang namanya bagus dan banyak di kenal
sampai gak kepegang projectnya,lalu terpaksa harus oper,ini juga bisa jadi pegangan.


1. Posisikan Diri Sebagai Pekerja

Seperti yang gue sebut di atas,kalian harus bisa melihat 2 sisi
pertama,dengar dulu,pahami secara mendalam apa keinginan client
lalu,sederhanakan pengertiannya,dan pahami bersama dengan worker
dengan banyak mendengarkan dan memahami posisi sebagai client dan worker
kalian tau apa dan bagaimana pola pikir pekerja kalian
apabila menemui masalah seperti ketidakcocokan hasil kerja dengan keinginan client.

2. Client gak selamanya Raja



Ini salah sebenarnya,pelanggan adalah raja itu salah!!
yang benar,pelanggan adalah bos,kalau raja tidak bisa di tolak
kalau bos bisa di tolak bisa di beri pengertian,dan hanya bos yang menggaji
raja nggak menggaji bro!!

Banyakin membaca cara berkomunikasi untuk bisnis
atau ikuti aja cara ngomongnya politisi di berita-berita
iya seperti itu,untuk menangkal kemauan client yang sudah keluar koridor kesepakatan bersama di awal
btw gue ngetik seperti ini tidak berniat memusuhi client ya
tapi menetralkan posisi client yang sebenarnya bukan raja
dan jangan sampai kalian sebagai makelar bilang ke worker

"ya gimana bro,maunya yang mbayar begini"

terus kalau di balik

"ya gimana maunya gue yang ngerjain begini,kan bukan gue yang minta pekerjaan"
kalian sang makelar akan kesal,dan kalau tidak punya koneksi pasti akan
memohon "eh ada kenalan nggak yang bisa ngerjain project ini?"

ya kan,kalian pasti akan berkata seperti itu penuh harap kan?
karena sayang projectnya akan di beri pada orang lain,hahaha

Again,dengarkan kemampuan worker
pekerjaan digital seperti ini tidak seperti pekerjaan konstruksi
yang bisa di buatkan dalam bentuk shop drawing,untuk di koreksi bersama lalu revisi
tapi hanya berupa pseudocode yang jarang sekali di pahami orang awam
paling banter di buatkan dummy nya,itu juga kalau di kasih dummy,rata-rata orang langsung bilang

"isinya nggak begini,gambarnya nggak begini"

Sekali lagi ini dummy,bukan real,jangan samakan!!

Kemampuan worker kalian batasnya sampai mana?
seperti apa? apakah kalian paham apa yang di sampaikannya??
jangan cuma melihat worker ini aset yang bisa lu moneytized bro
tapi jadikan dia sahabat,jadilah kalian pendengar yang baik
lalu berikan pengertian bahwa keinginan client seperti A B C D

Dan sampaikan pada client bahwa hal seperti ini bisa dengan mudah di ganti dengan seperti ini
tidak harus sama persis tapi sudah bisa mencakup
Tidak bisa 100% kemauan client karena ada aspek lain yang bekerja
misal, bisa mengurangi faktor SEO,memperlambat kinerja server dll
jelaskan semua itu dengan bahasa sederhana yang bisa di pahami client sebagai orang awam.




Nah,itulah catatan artikel saya mengenai mendapatkan Digital Side Job dan tips-tricknya
semua ini saya rangkum berdasar pengalaman nyata saya dari waktu ke waktu
semoga bermanfaat dan dapat menjadi pelajaran bagi kamu yang mau cari sampingan
atau mulai bekerja sebagai freelancer,atau bahkan salesnya


Right menu
Tag Cloud