Orang Ketiga dan Kesetiaan

Orang Ketiga dan Kesetiaan


Sebenarnya udah dari lama gue pengen bahas ini,cuma karena gue pribadi
agak geli bahasnya haha terlalu mellow lah,terlalu lebay lah,atau males bahas segala kebucinannya
eh iya,tulisan gue ini dalam perspektif orang married ya
jadi buat yang pacaran/tunangan ini masih kurang relevan
tapi cukup buat jadi bekal nantinya.
ini adalah sebuah link dari blog orang yang bikin gue pengen nulis tentang marriage lagi

annisast.com/2017/04/selingkuh.html

Ada yang menarik bagi gue di artikel tersebut
bahwa si penulis,dari awal penulisan sampai akhir
hampir sama sekali tidak melakukan judgement pada para pelaku selingkuh
bahkan ada 1 artikel khusus yang berjudul 'pelakor'
dari sekian banyak gue blog walking,dengan beberapa kategori artikel orang
gue selalu nemu yang ada 'celah' nya untuk tidak setuju
tapi di blog itu,gua nyaris setuju semua
karena ya itu,yang lagi-lagi dia masih bijaksana di 2 sudut pandang


dominic purcell,prison break

Tulisan gue kali ini adalah sudut pandang dari yang pernah selingkuh
iya gue akuin jujur gue pernah selingkuh,apa penyebabnya?
karena gue yang kurang bersyukur udah punya istri cantik,pinter masak,setia,telaten ngurus rumah,anak dan suami
bukan istri gue yang salah,tapi gue yang tamak
Apakah ini artikel pembelaan? terserah,itu sudut pandang pembaca
apakah gue membenarkan artikel dari mbak anisa? 98% iya
karena gue cuma nerusin dari sudut pandang 'pelaku' dan 'penengah' meskipun gue belum pernah jadi korban (or one day will it happen? amit2 *LOL)
karena seperti di atas tadi,gue pernah selingkuh,maka gue juga pernah menengahi kasus selingkuh temen gue

Well,before we jump to the main topic
we make a deal first,kalau kita nggak akan bahas orang yang selingkuh karena pelet/guna-guna
inget ya,hukum itu gak berlaku di artikel gue ini,kalau mau cari aja artikel lain
orang selingkuh karena guna-guna

Perasaan Istimewa

Kita awali dari sini,kalian pernah kan merasakan perasaan yang aneh pada lawan jenis?
let's say Gejala Cinta pandangan pertama,seperti apa rasanya?
segalanya indah,hati berbunga-bunga,hanya dia yang ada di pikiran kita
setiap saat setiap waktu ingin berjumpa dengannya dengar suaranya
semua negativitas tentang dirinya lindap tertutup keindahan itu
tapi kita sadar,ada yang lebih istimewa dan berjasa di banding orang yang bertanggung jawab atas perasaan aneh itu
apakah itu salah? iya,akan jadi salah kita kalau kita tidak bisa mengontrolnya
di perlukan kesadaran penuh untuk kita yang sudah berpasangan sah
akan sangat kacau balau kalau saja memulai hubungan gelap,apalagi meresmikan hubungan yg awalnya sudah menyakiti banyak pihak
saat gue nulis ini,gue sambil berdoa bahwa kalian pembaca yang belum pernah mengalami 'indahnya' selingkuh
agar segera di jauhkan dari gejala itu dan tidak akan pernah mengalaminya,karena ending nya menyakitkan


source pict : washingtonpost.com

Tahukah,bahwa ketika kalian menikah,mungkin hanya 1 dari 10 orang yang mendoakan keburukan untuk hubungan dan masa depan pernikahan kalian
tapi,jika kalian meresmikan hubungan gelap kalian,ada 9 dari 10 orang yang mendoakan keburukan,karena banyaknya pihak yang tersakiti
apalagi kalau sudah punya anak,dan anak itu baik kebutuhan rohani dan jasmaninya bergantung pada kalian sebagai figurnya
entah gimana dengan kalian,kalo gue percaya akan kekuatan doa,apalagi yang berbahagia di atas penderitaan mereka,jika itu terjadi

So,sebelum terjadi hal-hal yang sebenarnya tidak kalian inginkan,better segera blok perasaan istimewa itu
serius,elu yang memulai atau pasangan selingkuh lu yang memulai dulu perasaan aneh itu,sama sekali tidak bersalah
karena itu bisa jadi sebuah ujian atau malah anugerah?
iya,bisa jadi anugerah,nggak ada yang kebetulan di dunia ini
misal hubungan rumah tangga lu yang udah mulai hambar di 5 tahun kedua pernikahan
ternyata dengan cara ini Tuhan merekatkan hubungan itu lagi agar lebih berwarna,mau bilang apa,nyalahin Tuhan? hahaha
justru dari sini,gue merasa ini ujian sekaligus anugerah
terserah lu bilang pembenaran,bagi gue pipa air butuh perekat untuk lebih rekat dengan sambungannya,paham? hahaha

Intermezzo aja,gue dulu saat tunangan dengan seorang yang sangat gue cintai
pernah tinggal bersama di sebuah kos bebas dan hidup sudah seperti pasutri selama 4-5bulan sebelum gue pindah dan kerja di Jakarta
komunikasi kita sangat lancar,saking terbukana pernah secara gamblang bilang
"kalau bosen dengan hubungan ini,terbukalah,gue siap dengan segala konsekuensinya"
di awalnya dia berat untuk jujur,setelah gue yakinkan demi masa depan hubungan
akhirnya dia berani terbuka kalau gue seorang yang membosankan
you know what? gue biarin dia jalani hubungan dengan orang lain,tanpa memutuskan hubungan kami,mereka selayaknya pacaran
dan gue minta pendapatnya,kenapa kalau sama dia kamu happy,kalau sama aku kamu nggak happy?
lalu celah hubungan gue dan si tunangan dapat di temukan seiring dia dengan pacarnya,so nggak sampai 4bulan mereka putus
and she come back to me,sebaliknya dia juga mengizinkan gue untuk memulai hubungan dengan orang lain
dan terbuka,tentang apa saja yang kami lakukan dan terbuka pada tunangan gue saat itu
atas kejadian ini kok gue jadi keinget sebuah pekerjaan 'konsultan sex'
yang jadi sub job di Amerika yang pernah gue baca beritanya di koran tahun 2008
si konsultan mengajarkan cara sex yang baik dan benar sesuai tipe pasangannya
dimana parameternya adalah karakter,ekspektasi dan perspektif (dan msh banyak lagi) untuk si pasangan itu tadi
jadi konsultannya cewek untuk si suami dan cowok untuk istri,mereka having sex
lalu dari sex itu si konsultan ini bisa menganjurkan untuk si client
agar hubungan bisa kembali baik,yang mana problem mereka berawal dari masalah sex.

Efek dari keterbukaan gue dengan tunangan saat itu hubungan makin langgeng,harmonis
dan saling melengkapi,hampir gak ada berantem hampir gak ada niat untuk berpaling
plong banget,bahkan gue merasa "ini gue hubungan sama robot yang gue program apa ama manusia sih"
gue dan dia bisa menyatu,bisa menjadi yang paling kami inginkan
tapi karena perbedaan keyakinan gue yakin gue ganteng,dia gak yakin gue ganteng akhirnya keluarga kami sepakat tidak bisa melanjutkan

Don't try this at home :)) terserah anda (pembaca) mau bilang saya aneh,sinting dlsb
dan ini tidak gue lakukan dengan hubungan gue sekarang dengan istri.

Review

Pertama,gue pribadi saat selingkuh tetap menggunakan prinsip utama
gue nggak akan meninggalkan istri demi selingkuhan [selanjutnya kita sebut dia tersayang ya,hahaha kayak judul sinetron]
walau segimana gue cintanya dengan si tersayang ini
dan ini terbukti hingga hubungan 'terlarang' gue dengan wanita ke-5 (aissh brengsek sekali gue ya)
dan entah apa cara kalian menamainya,yang jelas saat menjalin hal yang terlarang ini gue me-review
seberapa pentingnya gue buat dia dan sebaliknya
seberapa baiknya hubungan ini untuk gue dan si tersayang kedepannya
(sekali lagi bukan buat serius) toh 2 dari 5 wanita itu mereka juga punya suami
apa hikmah di balik ini semua.

Kedua,ketika si tersayang ini bercerita/curhat
(ingat,menurut pengamatan dan pengalaman gue 70% hubungan terlarang di mulai dari 'curhat')
gue selalu memposisikan diri,apakah gue lebih baik dari laki-laki di masa lalunya/suami nya yang sekarang
apakah malah gue laki-laki terbaik yang pernah dia temui?
(karena kalau iya,justru gue yang menghindar sesegera mungkin).

gue selalu berkaca,kalau gue gak lebih baik dari laki2 di masa lalu si tersayang ini
gue akan berbenah,tentang kekurangan suami secara global (penghasilan,perhatian,dedikasi,sex dll)
jangan sampai istri gue kedepannya akan seperti ini
maaf,justru dengan cara ini gue memperbaiki diri dari hari ke hari untuk lebih menjadi suami yang terbaik
ya,mungkin menjijikkan untuk menjadi laki2 baik aja harus belajar dari perempuan yang rentan di sebut pelakor
tapi gue punya pembelaan,bahkan manusia paling hebat sekalipun juga akan belajar pada seorang yang latar belakangnya terburuk sekalipun.

Ketiga,gue gak munafik,faktor fisik juga bisa menjadi penyebab kenapa gue melakukan ini
tapi faktor kenyamanan adalah yang utama,istri gue bukan manusia sempurna
ada beberapa kekurangan dia dimana gue rasanya nggak bijak kalau merubah dia
sementara gue manusia biasa yang belum tentu bisa terus-terusan menerima kekurangan dia
maka,pelampiasan dengan orang ketigalah satu-satunya jalan
in case,gue selalu terang-terangan dengan si tersayang ini bahwa gue sudah beristri dan punya anak
agar dia segera ninggalin gue di awal atau menjalin tanpa ekspektasi berlebih
(tapi bukankah,semakin laki-laki jujur dan apa adanya malah wanita semakin sayang?)
si tersayang ini,kadang bisa ngasih saran dan nasihat tentang cara gue bersikap pada istri
gue juga bisa belajar,bahwa kalau gue mau dengan effort lebih
gue juga bisa menjadikan istri gue lebih cantik dari sekarang
dengan modal uang yang lebih dari pada gue mengejar perempuan dimana gue baru ngerasain cantiknya sekarang ini
begitupun dengan dia,yang baru ngerasain baiknya gue hari ini,bukan gimana gue di masa dulu
yang kemungkinan bisa nerima gue dari dulu ya istri gue ini,dari sini gue belajar
dan dengan lebih dari 2 orang tersayang gue di beberapa tahun lalu.


source pict : infidelityrecoveryinstitute.com

Manusia Tidak Pernah Merasa Cukup

Saat kita menikah,dalam keyakinan apapun,ada janji dan sumpah terucap di sana
janji setia,janji bersama dalam suka dan duka,janji menerima kekurangan-kelebihan suami/istri
tapi kenapa ada yang berani selingkuh? terutama dengan mantan?
yaaah namanya manusia mas/mbak,gue-elo-mereka juga ada sisi lemahnya
gue nggak akan menyalahkan setan dalam diri (yang salah kita kok gampang banget meng-kambing hitamkan setan)
gue juga nggak mau njajan(bukan gak modal) tapi gue jaga diri dan istri gue dari resiko penyakit menular.

Saran terbaik dari gue yang pernah kejebak dengan 'si tersayang'
untuk kalian yang sudah terjebak dengan 'perasaan aneh' ini
please....ada 1 pepatah yang selalu gue inget dan jadikan prinsip
Don't shit where you eat,play and sleep
jangan ada affair dengan teman kerja,yang bisa mengganggu karir
inget,meskipun lu bos kalau lu affair dengan PA lu sendiri
sama aja lu menjual saham perusahaan lu dengan harga setara (maaf) 'wisata lendir'
apalagi cuma karyawan biasa,JANGAN SAMPAI AFFAIR DI LINGKUNGAN KERJA
(baik itu client,mitra perusahaan,JANGAN!!)
sekali lagi inget,itu piring nasi anak-bini kau,masa depan pendidikan anak anda
jangan juga dengan tetangga [apalagi saudara ipar,sumpah ini sih goblok] dimana itu adalah lingkungan rumah
dan jangan dengan teman / club se-hobi,rawan bongkar-bongkaran aib
semenarik gimana rekan kerja gue itu dan se-langka apa peluang yang gue dapat
gue selalu berhasil dan akan terus berhasil untuk menghindari peluang itu.

Manusia,mau sampai kapanpun tidak akan pernah merasa cukup dengan apa yang di miliki
mau secantik apapun istrinya,ngeliat yang lebih cantik tetep tergoda
mau senyaman dan segagah apapun suaminya,tetep,seorang istri bisa saja tertarik dengan laki-laki lain
tinggal kadar tertariknya itu aja,dia bisa limitasi apa nggak.

Gue pernah punya side job sebagai pengantar obat (khusus kalau hari libur dan afterhour)
ke apotek seorang ibu-ibu paruh baya,yang menurut gue masih cantik,tepatnya ayu alami loh
ngerti kan maksud gue,orang yang masih cantik di usia 45 kan rata-rata make over abis ya
tapi ini masih awet muda keliatan natural dan inner beauty nya kerasa banget
sampai akhirnya gue dekat (nggak,bukan gue ada affair sama dia,it's not a sex story dude)
singkat cerita dia curhat,tentang kedekatan dia dengan sahabat SMA nya yang baru tahun lalu reuni
dan ibu joanna (bukan nama sebenarnya) yang anggun,kalem,bersahaja ini udah baper sama teman lamanya
see,baper bisa menyerang siapapun,yang perlu kita luruskan,baper belum tentu cinta ya
karena cinta terlalu dalam maknanya apalagi untuk di sangkut pautkan dengan hal se-instan ini
butuh waktu hampir 2 bulan bagi gue untuk membantu ibu joanna agar bisa mengkontrol perasaan ini
dan mengembalikan perasaan 'istimewa' itu pada yang seharusnya
gue juga kenal suaminya dimana saya nggak liat kekurangan suaminya (minjem kalimat mbak anisa di blognya)
meskipun bukan soal ranjang juga kekurangan si suami bu jaoanna itu
karena gue udah meminta bu joanna untuk jujur sama gue apa yang beliau rasain saat dia curhat,dan gue percaya
lalu kenapa bu joanna baper? nggak tau broo,dalam kasus ini kita gak bisa nyalahin siapapun
termasuk setan yang hobinya menyesatkan,termasuk pribadi yang katanya kurang iman
(ini kan yang seringkali di pake buat judge orang,gak usah bawa-bawa ini,karena gue gak open discuss di ranah itu).

Dan lagi,bagi orang tertentu memang meng-klasifikasikan permasalahan dan curahan hatinya sesuai porsinya
spesifiknya gini,ada seorang pria yang super sibuk dengan pekerjaannya yang di area abu-abu
di mana dia harus menyembunyikan istrinya,orang yang di cintainya,untuk tetap safe di rumah
sedang bagaimanapun dia juga punya kebutuhan biologis yang harus di penuhi dan tetap dengan harus 1 orang wanita
yang menurutnya kuat,tangguh dan cocok untuk selalu di sisinya di pekerjaannya yang abu-abu ini
jadi memang gak selamanya selingkuh itu merugikan,apalo apalo apalo,pembenaran lagi kah gue?? hahaha

Kesimpulan

T : Oke jadi kesimpulan dari artikel lo yang muter-muter bikin gue pusing ini apa?
J : Kalau lu bukan korban atau pelaku perselingkuhan apalagi orang ketiganya,mind your own business

T : Itu doang? dangkal banget
J : Ya,kecuali lo adalah 1 dari 3 peran di atas
kalau lo yang selingkuh,sebaiknya jadikan pengalaman lo sebagai keberuntungan bahwa
masih ada kesempatan kedua untuk segera memperbaiki hubungan dengan pasangan sah lo
kalau memang niat lo serius dengan orang ketiga lo,gue nggak bisa kasih saran apa-apa
karena balik lagi seperti di atas ini sudut pandang dari pelaku yang hanya ingin 'belajar'
dari selingkuhan dan sebagai penengah hubungan terlarang

kalau lo jadi orang yang ke-tiga,sebaiknya jangan di terusin
hubungan kalian nggak akan berakhir bahagia,meskipun akan segera meresmikan
banyak kasus orang selingkuh hanya pelarian,dan mindsetnya lo hanya menginginkan sesuatu [uang?] darinya
setelah misi pelariannya selesai,dia akan kembali ke cinta sejatinya
karena itu tadi,dia merasa sudah saling melengkapi akan kebutuhan yang sementara itu.

kalau lo yang di selingkuhi..(emm...ini yang gue bingung,amit-amit gak pernah di selingkuhi soalnya)
inget pepatah ini aja "how people treat you is their karma,and how you react,is yours" buddhis quote

T : Ada lagi?
J : Perselingkuhan,siapapun yang mulai,salah satunya pasti ada yang pake perasaan
dan lo tau,perasaan itu sulit di atur,sepinter apapun orang,kalau udah baper udah pasti bego bawaannya.


Right menu
Tag Cloud