Orang Tua Yang Sibuk dan Anak yang ...

Orang Tua Yang Sibuk dan Anak yang Menunjukkan Bakti


Sama sekali gue nggak merasa sudah banyak berbuat atas apa yang gue lakukan untuk keluarga kecil maupun orang tua di kampung halaman
hanya saja belakangan ini fokus dan perhatian gue cukup tersita pada anak-istri dan para orang tua,bahasa gaulnya hectic bat
ibu kandung,ibu angkat dan mertua gue,mulai dari muter otak sampai mau ngajuin KTA
berkaitan tentang tabungan gue yang menurut statement di bank OCBC cukup bagus
sedang di lain bank,record gue atas kepemilikan CC yang baik
sempet juga niat untuk ngelirik bank titil onlen (baca;pinjol *amit-amit)
tujuan gue tak lain tak bukan untuk membantu keluarga mertua dan sebagian dana untuk ibu kandung dan pak de
tak apalah soal cicilan bulanan bisa dari duit gue pribadi,bukan duit dapur.

Anak yang udah mulai menanyakan kehadiran adik,yang otomatis,untuk memikirkan anak kedua
akan berkaitan dari segala kebijakan finansial,which is hobi gue juga akan berimbas
semua,dari hulu ke hilir harus di sisir,bahasan serius dengan istri akan menjadi hari-hari yang memusingkan
asuransi jiwa dan pendidikan anak pertama udah,tinggal asuransi emaknya
kelar asuransi jiwa emaknya,nanti harus asuransi jiwa+pendidikan calon anak kedua
belum lagi segala kebutuhan sekunder dan tersiernya.

Itu semua belum seberapa,karena masih adanya keluhan dari orang tua kami masing-masing
istri yang ingin bantu rumah ibunya di kampung halaman,gue sebagai suami jelas merasa bertanggung jawab
insya Allah gue ikhlas,gue usahakan untuk dapatkan uang itu
begitu pula ibu kandung gue di surabaya yang sangat berharap akan perhatian dan kontribusi gue
yang sebenarnya masih jauh dari cukup,tapi sesungguhnya itu kemampuan gue
belum lagi pak de di surabaya yang sebatang kara,dia memang gak berharap sama gue,tapi gue...
di tambah ibu angkat,gue yakin beliau juga sudah cukup dengan pensiunannya
tapi berharap kehadiran gue di sana? maaf,aku tak mampu
karena seumur hidup,belum pernah sekalipun merasakan dapat gaji bekerja di kota itu
apalagi sekarang harus mulai hidup baru di sana? nggak...



Harapan Dari Orang Tua

Gue teringat betul masa kecil,sebuah momen dimana ruang kamar tidur yang hangat
tercium aroma minyak urut khas orang tua,susu lansia,saluran siaran ceramah pengajian di radio
itu adalah suasana yang di hadirkan oleh almarhum nenek gue
kunjungan ke rumah ibu paling tidak 1 bulan sekali,drama cekcok dengan anak yang lainnya
sifat kolokan karena berebut perhatian,balada turut campur cara mendidik ku dengan versi ayah-ibu ku
semua itu menjadi keseharian mbah sewaktu hidupnya,dan ini tipikal
kali ini,gue sekarang hampir ada di masa itu,apa yang di rasakan oleh ibu pada zamannya.

Orang tua gue pusing,sesekali handle yang B,sesekali yang Surabaya
belum lagi adik-adiknya yang juga butuh perhatian,mikirin masa depan gue
ya untungnya saat itu gue cuma anak tunggal,jadi nggak terlalu saklek
seperti gue sekarang yang merencanakan anak ke-2

Pada musim liburan,rumah masa kecil gue jadi tempat kunjungan saudara
yang otomatis mbah juga menuju ke rumah ibu,kalau waktu libur masih panjang
gue ikut mbah ke Surabaya,atau sekedar cuma ngantar ke stasiun,untuk selanjutnya mbah pulang sendiri dengan kereta api
atau saat kami yang ke surabaya rumah mbah,bisa jadi
nah saat ini,detik ini,gue jadi kangen sebuah momen yang sulit gue lukiskan
seperti,sepulang dari liburan,entah di rumah mbah atau sepulang dari ngantar mbah di stasiun
sensasi setelah perasaan ramai,seru bersama keluarga,lalu senyap hanya berdua seorang dengan Ibu.

Rindu,rindu...sekali suasana itu,itu masa kecil gue bersama ibu angkat,dimana banyak pelajaran gue ambil
sama seperti sekarang,hal yang beliau alami saat itu,oh iya gue baru tadi ngirim paket untuk ibu di sana
sebagai kado ulang tahunnya,see...itulah yang gue rasakan,memikirkan 3 pihak orang tua.

Seberapapun sukses atau kaya seorang anak,bukan itu yang di inginkan orang tuanya
karena semakin bertambahnya usia,para orang tua hanya berharap,bahwa mereka tidak salah mendidik anak
mereka ingin anaknya bisa menjadi penolong di masa tuanya,tak harus berupa materi
terlebih hal yang bersifat surgawi,ini bagi orang tua yang spiritualis
bagi orang tua yang rasionalis,mereka hanya ingin melihat bahwa si anak dapat hidup mandiri tanpanya
sehingga itu cukup menjadi parameter kesuksesannya merawat,mendidik,membimbing dan membesarkan sang anak.


Beda Kasih Sayang Anak pada Orang Tua

Pada saat kita kecil,orang tua kita lebih banyak mencurahkan perhatian dan cintanya untuk kita
sama seperti kita sekarang,pada masa itu mereka,menomor dua kan orang tuanya
ini hukum alam,semua terjadi dan terus berulang,maka dari itu pepatah mengatakan
Cinta Ibu Sepanjang Masa,Cinta anak Sepanjang Galah

bahkan di saat mendiang nenek gue dari ayah angkat sakit-sakitan
anak perempuannya,dalam hal ini bulek gue,saat itu nyeletuk
Duh gusti,Aku ngelihat perlakuanku ke ibu kandungku sendiri yang kurang tulus beginibisa jadi nanti anak perempuanku juga berlaku serupa ke aku,jadi sebaiknya sejak dari umur seginiaku harus nabung,supaya uang yang merawatku nanti,meskipun terbatas dan nggak tulussetidaknya aku nggak akan kecewa karena berharap sama anak perempuanku

Itu gue waktu masih SMA,masih ora idep kalo kata orang betawi
tapi gue langsung mak jleb,ada benernya juga,karena gue yang saat itu
pikirannya masih rock 'n roll,mabok,seneng-seneng
udah kepikir tentang hukum alam,bahkan saat itu gue sama sekali jauh dari pikiran punya anak
tapi udah ngerasa kalau tua nanti gue harus bersiap jika akan di kecewakan anak
i have no idea if it's suggestion or law of attraction.

Kalimat itu gue bawa sampai detik ini,tapi bukan serta merta gue akan melupakan orang tua
atau kewajiban sebagai Bapak,enggak,gue cuma nggak pengen expect dengan anak gue nantinya
yang justru malah menyusahkan dia,tapi juga nggak akan menghilangkan ladang amalnya sebagai anak soleh
seringkali kita temui berita,seorang kakek atw nenek yang masih berjuang untuk mencari nafkahnya sendiri
berjualan atas belas kasihan,atau terlunta di jalan dalam keadaan pikun
baik itu memang tidak punya pendapatan dan temapt tinggal
atau bahkan sedang dalam perjalanan pencarian sang anak yang di harapnya
Dosa apakah para orang tua ini di masa mudanya
apakah dia menelantarkan anaknya dulu? hingga kini takdir membalasnya
ataukah mereka ini memang di perlakukan jahat oleh anak-anaknya?
Perih,hati gue rasanya seperti di iris,masa depan yang mengerikan
atau selalu gue berdoa untuk tidak menjadi anak durhaka.


Ajarkan Cinta Anak Pada Dunia

Cinta kasih dari orang tua sudah di rasakan anak bahkan sejak di dalam kandungan
hingga anak lahir dan tumbuh,terutama ibu,memberikan cinta sepenuh hati
bahkan ada tipe ibu yang rela melakukan apapun hingga melanggar hukum UU yang berlaku pun
asal anaknya selamat dan bahagia,meskipun sang anak tidak belajar apa itu cinta
justru ini yang menjadi petaka,anak tidak belajar apa itu mencintai dunia
merasakan kesederhanaan,merasakan sakit dan harus berjuang.

Alih-alih anak akan belajar mencintai,anak hanya merasakan indahnya di cintai
anak tidak diajarkan bagaimana harus mencintai,bagaimana dunia ini bekerja dengan cara cinta dan kasih
atas putaran siklus dari sang Maha Pencinta,anak hanya akan belajar menuntut
bagaimana ia bisa akan mendapat apa yang di inginkannya
karena seharusnya,bagaimana anak harus melakukan sesuatu untuk keinginan bersama,untuk cinta bersama.

Gue bukan konsultan pendidik atau psikolog anak,tapi selama ini gue banyak melihat
orang tua dari dulu banyak memberi materi atau non-materi adalah bukti cinta pada anak
dengan tidak membiarkan anak belajar mengambil resiko lalu bertanggung jawab atas perbuatannya
adalah pengorbanan terbesar untuk anak-setidaknya versi mereka.

Ini nggak akan sama seperti tips-tips atau coach bisnis,coach marketing-manajemen
tapi yang namanya mengenalkan resiko sebab-akibat pada anak,tentu kita akan terjauh
dari sifat memanjakan anak,yang sebenarnya ini bahaya bagi mereka.



Bakti Anak Dewasa Pada Orang Tua Lansia

Oke mungkin quote bruce lee di atas kurang tepat,tapi cukup buat refleksi kita sebagai orang tua
untuk menutup bahasan cinta kita pada anak,nah sekarang,mari kita kembali ke topik bahasan kali ini
di luar sana,masih ada seorang anak yang jelas-jelas sudah bangkotan
tapi seperti anak kecil bagi seorang nenek renta,dan 'anak' tersebut membalas
cinta kasih ibu/bapak rentanya dengan tulus,sepenuh hati,tidak di buat-buat
bahkan kalau gue lihatnya,so sweet banget,di sebuah restaurant
seorang bapak yang hampir paruh baya,begitu mengistimewakan orang tuanya
menu makannya,tempat duduknya,memastikan kenyamanannya,menghibur dengan cucu-cucunya
hadir pula istrinya yang memuliakan sang mertua tadi,keluarga yang indah.

Ini adalah buah manis dari ajaran orang tua akan cinta anak pada dunia
orang seperti ini biasanya rejekinya lancar,karena restu dari ibu dan membahagiakannya
meskipun budi baik orang tua mustahil di balas hingga impas,setidaknya dengan menjadi anak sholeh seperti ini adalah
tujuan akhir dari hampir setiap kehidupan manusia.

Di luar sana,ada pula seorang anak durhaka yang sama sekali tidak mempedulikan orang tuanya
seakan sudah berbuat banyak,dan ingin membalas perlakuan marah terakhir orang tuanya
orang seperti ini biasanya sulit rejeki,atau kalau rejeki banyak,seringkali bernasib malang

Ada pula tipe anak dewasa yang punya batas lelah mengurus orang tua lansianya
di sisi lain berharap warisan,di lain sisi berharap orang tua segera meninggal agar tidak tersiksa dengan sakitnya
egois,tapi sungkan untuk berdoa pada Tuhan,nggak bohong ini ada
dan gue berdoa sungguh-sungguh pada Allah,agar gue tidak masuk di golongan ini

Panti jompo memang banyak,sebagian menjadi lahan bisnis,tapi ini bukan solusi
iya,sebuah bisnis yang seharusnya di rancang atas jawaban kegelisahan masyarakat
tapi bukan solusi untuk anak yang masih waras,yang masih punya cinta pada orang tua
yang masih ingin berbakti,yang masih sangat banyak waktu mengurus orang tua sendiri
meskipun panti jompo (yang berbayar) merawat dan memastikan para orang tua agar terurus dengan baik
kesehatan dan gizi melalui apa yang di konsumsi,jangan sekalipun punya kepikiran
menitipkan orang tua pada panti jompo,selagi masih sanggup mengurus orang tua sendiri.

Waktu kita tidak banyak untuk mengurus orang tua lansia
biasanya di mulai pada kita,manusia produktif di umur 35 hingga kita di usia 65 tahun
itu kalau orang tua kita umur panjang (Aamiin)
tapi biasanya waktu kita tidak lebih 10tahun,sebaiknya berdoa orang tua umur panjang dan khusnul khotimah
supaya kita bisa menunjukkan bakti kita,berangkatkan ibadah Haji bagi yang masih mampu.

Dalam perjalanan artikel kali ini,di hari-hari gue yang cukup muram
atas pekerjaan gue yang masih minim prestasi,atas hiruk-pikuk rumah tangga gue
atas chaosnya keuangan gue,masih saja gue harus memikirkan bakti gue untuk orang tua
tapi gue merasa beruntung,di beri kesempatan oleh Allah swt untuk berbakti pada orang tua
karena banyak anak seumuran gue yang sudah gak punya kesempatan emas itu.



Sayangnya gue belum mapan betul secara materi,untuk memenuhi kebutuhan
orang tua dan mertua gue,dimana itu adalah harapan terbesar gue
akan ada sebuah kepuasan batin bagi gue,untuk menunjukkan bakti dan kontribusi gue pada mereka
terlepas itu nanti di balas oleh Allah atau nggak,itu soal lain.
sekali lagi,berbaktilah pada orang tua,seimbangkan cinta untuk anak dan orang tua,meskipun sulit.


Right menu
Tag Cloud