Duka Kepergian Sahabat

Duka Kepergian Sahabat


Di tengah euforia atas tugas dan kesibukan gue yang baru sebagai Business Development
atas perusahaan startup yang gue-pak hendri dan pak johan dirikan
terbilang startup karena masih baru mulai,tapi tidak seperti startup
dengan pengertian startup umum layaknya e-commerce,content,entertainment dll.

Core bisnisnya lebih ke pengadaan barang dan jasa perangkat IT
jadinya kita seperti pemborong daripada item dan jasa pemasangan
target marketnya ke konstruksi,developer,atau estate management.

Terus terang,untuk ini gue lebih sering fight sendirian
tanpa pengawasan,tanpa pengarahan,tanpa dukungan relasional hanya dukungan dana
tetep gue bersyukur dan semangat,yang gue lakukan hanya hubungi client-client lama
gue bersyukur Alhamdullilah pernah jadi sales di WDS,gue merasa memang ini jalan gue dari Allah Ta'ala
tujuan gue cuma gimana gue bisa goal dapat project dan gue sendiri yang settle
dari dulu gue selalu belajar untuk menyelesaikan sendiri apa yang gue mulai
dari hulu ke hilir.

Gue belajar ilmu pajak (kulitnya doang) belajar manage finance
belajar ngurus legal,belajar presentasi,belajar manage project
sehingga hampir 1 tahun ini gue kurang update skill IT gue.



Tapi di tengah bara semangat gue itu,gue benar-benar terpukul
sepertinya Allah belum mau berhenti ngasih gue ujian
di tambah Allah lebih sayang sama pak Henry Maulana
pada 27 Juli 2017 beliau meninggal dunia karena stroke dan pecahnya pembuluh darah
gue dapat kabar itu Jumat siang sewaktu gue mau berangkat jumat an oleh pak Johan
gue nggak bisa mikir lagi,gue shock dan gue baru bisa dateng ke rumah duka (rumah bapak pak henry) Jumat malem nya jam 7an gue otw
sampai sana jam setengah 9,gue down,gue lihat mayatnya menghitam di petimati.

Dalam hati gue hanya bisa mendoakan,dengan segala kenangan yang begitu singkat tentang beliau
kepercayaannya,harapannya dan ketegarannya yang menginspirasi gue
gue dapati kabar,bahwa minggu siang,jenazah akan di makamkan.

Pada hari H gue ketemu Darius,dialah yang membuat gue mengenal almarhum
dia tau gue sedih,dia tau gue sangat kehilangan dia
sesaat sebelum peti di tutup,kami semua memandangnya untuk keterahir kalinya
dan mengucapkan kata-kata perpisahan
lalu jenazah di angkut ke mobil menuju peristirahatan terakhir.

Sesampai di makam,silau matahari sama sekali nggak bisa menerangi kegelapan kesedihan kami siang itu
matahari bersinar terik,tapi saat itu gue merasa mendung
karena hari-hari yang akan gue jalani bareng Johan akan menjadi sangat suram,dan gelap
gue dan johan sempet ada pembicaraan kecil,tentang impian dan perjuangan untuk almarhum.



Di saat sebelum meninggalkan pusara,gue-johan dan teman almarhum yang dari singapore
mendoakan untuk keterakhir kalinya hari itu,dengan 3 keyakinan berbeda
hari itu gue pulang,dengan duka yang sangat mendalam.

Selamat Tinggal Pak Henry Maulana,semoga arwahmu tenang di alam sana
dan semoga amal ibadahmu di terima olehNya dan dosa-dosamu di ampuniNya


Right menu
Tag Cloud