Armin
Armin
Full Stack Developer System Administrator SEO Specialist Content Writer
Armin

Blog

Happy New Year 2015

Happy New Year 2015

Nggak nggak nggak nggak
gue bukan nggak mau rayain tahun baruan seperti yang sudah-sudah
cuma tahun ini gue sedang prihatin, gila ya 6 bulan berlalu masih ngena banget,gue masih belum bisa move on dari rasa trauma itu
jelaslah, karena gue punya anak bini sebagai tulang punggung tapi gue nggak punya siapa-siapa tempat buat gue berbagi baik suka maupun duka,apalagi kalo inget kejadian amit-amit nauzubillah itu.

gue persilahkan istri gue nikmati perayaan tahun baru bareng tetangga di depan situ
pesta kembang api kecil-kecilan,makan-makan enak,sementara gue sekarang duduk di atas sajadah setelah sholat dan ngaji di samping celo yang hampir usia setahun, di jam segini sedang tidur lelap, adeem banget liat wajah pulesnya.

gue lebih memilih berdoa dan mendekat pada yang kuasa,bukan berarti gue nggak mendukung orang yang rayain new year eve ya,karena gue nggak tau di taun berikutnya gue masih seperti iniĀ  udah bisa ngerayain dengan suka cita (who knows).

gue nggak munafik dengan mendekat pada tuhan karena sedang dalam masalah atau takut masalah itu terulang lagi, enggak, sekali lagi karena anak istri aja,kalau di kemudian hari (nauzubillah) namanya takdir nggak bisa di lewatin kayak messi ngelewatin bek barca, terus gue kebobolan (amit-amit) gue cuma berharap anak istri gue nggak terlantar dan gue nggak lebih lama dari yang kemarin, itu aja, makanya gue berdoa mendekat sama Dia.

Harapan gue di tahun ini gue bisa lebih sukses,lebih banyak uang tentunya,lebih dewasa mateng dalam berpikir,dan bisa lebih rukun dengan ema, demi celo.

gue udah totally gagal hidup di rumah jalanin startup,gagal dalam artian harafiah,gue nggak akan telan mentah-mentah kata pepatah "menyerah adalah kegagalan yang sesungguhnya" atau "kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda" nggak, bagi gue yang sekarang,kegagalan adalah kebodohan yang di pelihara -__-

berusaha dan berdoa udah gue lakuin, cuma gue aja yang kurang jeli dan pinter atau malah kurang kerasa usahanya? boleh jadi.

gue akan jadi karyawan,cari kerjaan mulai dari 0
semuanya udah habis, habis banyak.

gue juga sadar,gue bodoh,level gue kalo di perusahaan software house,cuma junior programming sebatas itu aja
karena cuma bisa OOP,hampir semua bahasa pemrograman bisa,tapi logika gue lemah dan ironisnya
nggak ada satupun yang bener-bener gue kuasai sampe level advance,gue udah ngetes kemampuan gue sendiri
ya ternyata sampai situ,karena di karir gue sebelumnya gue merasa puas,merasa bisa

Dan tololnya merasa bahagia,merasa cukup dengan zona nyaman di tempat kerjaan lalu (delima)
gue harus lebih bijaksana untuk terbuka belajar apapun yang bisa menunjang karir gue
cukup idealisnya,kalo harus fokus startup ya startup, kalo fokus jadi pegawai ya pegawai
nggak bisa jalanin sampingan kayak dulu lagi T__T

happy new year.

Add Comment