Armin
Armin
Full Stack Developer System Administrator SEO Specialist Content Writer
Armin

Blog

[Tips Sales Marketing] Kiat menentukan planning dan eksekusi penjualan

[Tips Sales Marketing] Kiat menentukan planning dan eksekusi penjualan

Di awali di warung kopi pemancingan daerah jakarta utara, entah kenapa gue tiba-tiba hubungin si ditatompel,seorang teman lama yang ternyata diem-diem punya saham di perusahaan ISP,masih kategori startup,tapi growth nya mayan gahar.

Di siini juga gue di warung kopi yang sering di tongkrongin oleh supir truck,pasangan selingkuh, pencari kerja yang bengong,SALES durjana VISIONER seperti gue,bahkan orang yang sekedar pengen buang waktu sambil main catur atau neduh di bawah pohon.

Iya tempat tongkrongan favorit bagi orang-orang berhati mulia yang gue sebut di atas adalah warung kopi bawah pohon seperti tempat gue nulis sekarang ini, mulustrasi di bawah.

Tethering dari handphone dan blogging seperti inilah tempat pelarian gue sebagai sales yang merana di akhir bulan,udahlah gaji gak nutup buat bulanan,eeeh nggak closing juga,tapi kayaknya bakal dapet banyak customer di bulan-bulan selanjutnya,prospeknya sih gitu.

oke gue akan berbagi kiat menentukan planning untuk seorang sales force, peeeerrrtama-tama:

1. Kenali barang yang akan kamu jual

Ini beda dengan jual es kelapa muda atau sosis bakar yang targetnya udah jelas, di sini case nya adalah produk internet yang di tahun 2015 ini internet broadband apalagi media wireless pasti kalah sama FO yang merajalela baik brandnya maupun infrastrukturnya yang rata-rata pada monopoli di area Residence tertentu bahkan Office Tower Tertentu.

Daaaannn lagi, paket kuoat dari hp yang murah meriaaaah, makin membuat sales internet yang komunikatif mampu bekerja di bawah tekanan dan mempunyai tekad kuat belajar seperti kami menderita lahir batin, malah curhat kan,kapan sharingnya.

Cari aja SOHO atau simpelnya area ruko tetep bagi brosur dan dapetin kartu namanya,setelah itu di mapping.
perusahaan apa sih ini? seberapa urgentnya internet bagi dia?
tanya juga berapa usernya,existing yang dia pakai?
intinya, gathering information dulu aja.

2. Momentum

Yang jarang terpikirkan oleh sales kebanyakan, orang akan pakai produk kami di momen-momen tertentu, seperti menjelang lebaran untuk shop online kosmetik dan busana, nah karena gue internet, jadi nggak lama setelah film-film famous tayang di bioskop, umumnya orang-orang yang pengen streaming atau download ilegal.

Nah, sekarang ini kan judi online lagi marak nih? gue memang 100% nggak mendukung ada website penguras kantong orang dengan cara iming-iming yang menjijikkan itu, tapi kalau lu sales dan mau nggak mau pasar lu salah satunya adalah playernya, tunggu aja momen liga bola yang rame, sasar dah tuh warnet atau rumahan orang yang mungkin bakal make jasa internet.


3. Pinter-Pinter nganal-isa

Pernah ada yang bilang kalau hidup itu gak cukup cuma pinter,kudu pinter-pinter apa maksudnya?
cerdik aja, kalau kamu nyales cuma bagi brosur ya bakal gitu-gitu aja.
kalau kamu nyales cuma minta kenalan dari temen, ya bakal stagnan.

tapi kalau kamu bisa kreatif, misal ada residence baru yang pasti bakal pakai internet, kenapa nggak samperin estate managementnya?

atau

di kebanyakan wilayah,nggak boleh ada sales yang jualan,kudu ada izin, kasih aja uang rokok ama kopi buat sekuriti areal sambil kasih brosur,lalu janjiin deh,kalau ada yang closing dia dapet hasil,itu juga bisa.


4. Jangan Asal Jual Kecap dan Berani Milih

Seharusnya ini yang paling pertama gue kasih tipsnya,cuma nggak apa lah yaw
sebelum kami resmi jadi sales,pasti ada interview, lalu ada training
pas training ini kamu musti paham betul produkmu, jangan mentang2 kamu kerja di situ
lalu kamu membabi buta belain produkmu.

iya kalau terms dari manajemenmu bisa fair dengan customer, lah kalau bikin rules njebak,sepihak apalagi banyak klausul2 di kontrak yang mengandung hidden cost,mending jangan deh,kasian customer mu dan nama mu juga.

pepatah mengatakan, sales di perusahaan jasa itu, udah rugi 2x terlebih dulu di awal,kenapa?
karena akan selalu ada yang namanya sales level agreement,yaah semacam garansi gitu deh
rugi 2x ini nggak melulu soal duit,bisa juga rugi waktu,tenaga pikiran.

jadi,untuk jadi seorang sales terutama bidang jasa,harus pinter nego dan tetep low profile sama customer

Add Comment