Armin
Armin
Full Stack Developer System Administrator SEO Specialist Content Writer
Armin

Blog

Orang Tua Yang Sibuk dan Anak yang Menunjukkan Bakti

Orang Tua Yang Sibuk dan Anak yang Menunjukkan Bakti

Sama sekali gue nggak merasa sudah banyak berbuat atas apa yang gue lakukan untuk keluarga kecil maupun orang tua di kampung halaman
hanya saja belakangan ini fokus dan perhatian gue cukup tersita pada anak-istri dan para orang tua,bahasa gaulnya hectic bat
ibu kandung,ibu angkat dan mertua gue,mulai dari muter otak sampai mau ngajuin KTA
berkaitan tentang tabungan gue yang menurut statement di bank OCBC cukup bagus
sedang di lain bank,record gue atas kepemilikan CC yang baik
sempet juga niat untuk ngelirik bank titil onlen (baca;pinjol *amit-amit)
tujuan gue tak lain tak bukan untuk membantu keluarga mertua dan sebagian dana untuk ibu kandung dan pak de
tak apalah soal cicilan bulanan bisa dari duit gue pribadi,bukan duit dapur.

Anak yang udah mulai menanyakan kehadiran adik,yang otomatis,untuk memikirkan anak kedua
akan berkaitan dari segala kebijakan finansial,which is hobi gue juga akan berimbas
semua,dari hulu ke hilir harus di sisir,bahasan serius dengan istri akan menjadi hari-hari yang memusingkan
asuransi jiwa dan pendidikan anak pertama udah,tinggal asuransi emaknya
kelar asuransi jiwa emaknya,nanti harus asuransi jiwa+pendidikan calon anak kedua
belum lagi segala kebutuhan sekunder dan tersiernya.

Itu semua belum seberapa,karena masih adanya keluhan dari orang tua kami masing-masing
istri yang ingin bantu rumah ibunya di kampung halaman,gue sebagai suami jelas merasa bertanggung jawab
insya Allah gue ikhlas,gue usahakan untuk dapatkan uang itu
begitu pula ibu kandung gue di surabaya yang sangat berharap akan perhatian dan kontribusi gue
yang sebenarnya masih jauh dari cukup,tapi sesungguhnya itu kemampuan gue
belum lagi pak de di surabaya yang sebatang kara,dia memang gak berharap sama gue,tapi gue...
di tambah ibu angkat,gue yakin beliau juga sudah cukup dengan pensiunannya
tapi berharap kehadiran gue di sana? maaf,aku tak mampu
karena seumur hidup,belum pernah sekalipun merasakan dapat gaji bekerja di kota itu
apalagi sekarang harus mulai hidup baru di sana? nggak...

Bakti Anak Dewasa Pada Orang Tua Lansia

Oke mungkin quote bruce lee di atas kurang tepat,tapi cukup buat refleksi kita sebagai orang tua
untuk menutup bahasan cinta kita pada anak,nah sekarang,mari kita kembali ke topik bahasan kali ini
di luar sana,masih ada seorang anak yang jelas-jelas sudah bangkotan
tapi seperti anak kecil bagi seorang nenek renta,dan 'anak' tersebut membalas
cinta kasih ibu/bapak rentanya dengan tulus,sepenuh hati,tidak di buat-buat
bahkan kalau gue lihatnya,so sweet banget,di sebuah restaurant
seorang bapak yang hampir paruh baya,begitu mengistimewakan orang tuanya
menu makannya,tempat duduknya,memastikan kenyamanannya,menghibur dengan cucu-cucunya
hadir pula istrinya yang memuliakan sang mertua tadi,keluarga yang indah.

Ini adalah buah manis dari ajaran orang tua akan cinta anak pada dunia
orang seperti ini biasanya rejekinya lancar,karena restu dari ibu dan membahagiakannya
meskipun budi baik orang tua mustahil di balas hingga impas,setidaknya dengan menjadi anak sholeh seperti ini adalah
tujuan akhir dari hampir setiap kehidupan manusia.

Di luar sana,ada pula seorang anak durhaka yang sama sekali tidak mempedulikan orang tuanya
seakan sudah berbuat banyak,dan ingin membalas perlakuan marah terakhir orang tuanya
orang seperti ini biasanya sulit rejeki,atau kalau rejeki banyak,seringkali bernasib malang

Ada pula tipe anak dewasa yang punya batas lelah mengurus orang tua lansianya
di sisi lain berharap warisan,di lain sisi berharap orang tua segera meninggal agar tidak tersiksa dengan sakitnya
egois,tapi sungkan untuk berdoa pada Tuhan,nggak bohong ini ada
dan gue berdoa sungguh-sungguh pada Allah,agar gue tidak masuk di golongan ini

Panti jompo memang banyak,sebagian menjadi lahan bisnis,tapi ini bukan solusi
iya,sebuah bisnis yang seharusnya di rancang atas jawaban kegelisahan masyarakat
tapi bukan solusi untuk anak yang masih waras,yang masih punya cinta pada orang tua
yang masih ingin berbakti,yang masih sangat banyak waktu mengurus orang tua sendiri
meskipun panti jompo (yang berbayar) merawat dan memastikan para orang tua agar terurus dengan baik
kesehatan dan gizi melalui apa yang di konsumsi,jangan sekalipun punya kepikiran
menitipkan orang tua pada panti jompo,selagi masih sanggup mengurus orang tua sendiri.

Waktu kita tidak banyak untuk mengurus orang tua lansia
biasanya di mulai pada kita,manusia produktif di umur 35 hingga kita di usia 65 tahun
itu kalau orang tua kita umur panjang (Aamiin)
tapi biasanya waktu kita tidak lebih 10tahun,sebaiknya berdoa orang tua umur panjang dan khusnul khotimah
supaya kita bisa menunjukkan bakti kita,berangkatkan ibadah Haji bagi yang masih mampu.

Dalam perjalanan artikel kali ini,di hari-hari gue yang cukup muram
atas pekerjaan gue yang masih minim prestasi,atas hiruk-pikuk rumah tangga gue
atas chaosnya keuangan gue,masih saja gue harus memikirkan bakti gue untuk orang tua
tapi gue merasa beruntung,di beri kesempatan oleh Allah swt untuk berbakti pada orang tua
karena banyak anak seumuran gue yang sudah gak punya kesempatan emas itu.

Sayangnya gue belum mapan betul secara materi,untuk memenuhi kebutuhan
orang tua dan mertua gue,dimana itu adalah harapan terbesar gue
akan ada sebuah kepuasan batin bagi gue,untuk menunjukkan bakti dan kontribusi gue pada mereka
terlepas itu nanti di balas oleh Allah atau nggak,itu soal lain.
sekali lagi,berbaktilah pada orang tua,seimbangkan cinta untuk anak dan orang tua,meskipun sulit.

 

Add Comment